Home / blonde / Sedap Bangat jeritan Tante Ayu
shigeo-tokuda-porn-movie-5

Sedap Bangat jeritan Tante Ayu

Video Sex – Aku punya cerita yang asyik dan tak dapat dilupakan, cerita ini terjadi 1 tahun lalu namun rasanya masih terupdate semalam.Cerita ini berkisa bersama istri pamaku dimana pamanku baru saja melangsungkan sedangkan dapat dikata terlambat , sebab umurnya telah rada tua.

Pamanku dapat dibilang orang yang berhasil sebab dalam bisnisnya lancer seluruh, mukun karena itu pamanku sibuk ke bisnisnya hingga lupa pendamping digupnya, telah dianjurkan terhadap keluarganya dan dipilihaka wanita namun senantiasa saja ada perti,bangan yang khusus dari paman sendiri, meminta ini meminta itu dua suatu dikala paman membawa membawa wanita yang benar-benar menawan .

Nama Ayu nama sama orangnya sama indahnya , ia berusia 24 tahun dan dikala itu dia berprofesi sebagai sekretaris di oerusahaab sahabat paman aku itu. Kemudia kami berdiskusi – bicara, rupanya Ayu memang sedap untuk diajak ngobrol. Dan Aku memandang sepertinya paman aku berminat sekali dengagnnya, sebab aku tahu matanya tidah pernah lepas memandang wajah Ayu.

Tetapi tidak demikian dengan Ayu . Dia lebih kerap memandangku, terpenting dikala aku berdiskusi tetapannya dalam sakali . seolah-olah bisa menembus pikiranku aku mulai berdaya upaya jangab-jangab Ayu lebih menyukaiku.Tetapi aku tidak berkeinginan banyak, soalnya bukan aku yang hendak dijodohkan, Tetapi aku konsisten saja memangangnya dikala dia sedang berdiskusi kupandangi dari ijing rambut ke kaki rambutnyapanjang seperti gadis di iklan sampo, kulinya putih bersih , kakinya juga mulus tapisertinya dadanya afak rata namun aku tak terlalu memikirkannya.

Tadak terasa hari telah mulai malam kemudian sebkamum mereka pulang, paman aku mentraktir mereka makan di sebuah kafe chinese fooh di dekat rumahnya di tempat Sunter. Saat hingga si restorant hal yang demikian aku seketika pergi ke Toilet kamar kecil karana aku telah kebelet. Sebkamum aku menutup pintu tiba-tiba ada tangan yang saya pintu hal yang demikian teenyata hal yang demikian Ayu.

Eh, ada apa Yu?

Enggak, aku pengen saya kartu nama aku, saya jangan kupa telpon aku, ada yang saya aku omonggin ok?

Mengapa tidak tidak saja?

Jangan, ada paman sekarang, pololnya saya jangan lupa ya.\\\’\\\’

Selesai acara makan malam itu aku saya pulang ke rumah dengan seribu pertanyayan di otakku, ada apa yagn saya ia omonggian smaa Ayu sih. Tetapi tak saya mikir yang anek punya. lagipula nanti aku dapat-dapat tidak dapat tidur soalnya kan saya besok masuk kerja.

Besoknya dikala saat makan siang aku meneleponnya dan seketika tanya padanya.

Eh, apa sih yang saya sekarang omongin, aku penasaran banget?

Eee penasaran ya Ton?

Iya lah, ayi dong burua!\\\’\\\’

Eh, slow aja lagi napsu amet si sekarang.\\\’\\\’

Baru tahu ya napsu aku emang tinggil\\\’\\\’

Napsu yang mana nih? Ayu sepertinya memacing aku.

Napsu makan doang, aku bkamum sempat makan siang !,\\\’\\\’

SPAM OKTOBER

Aku sempat saya juga rasanya dia tak tahu aku ini orang yang benar-benar menghargai waktu terpenting jam makan siang soalnya aku sambil makan bisa bisa main sekaligus di internet kerja aku sebab dikala itu pasti bosku pergi makan kkamuar jadi aku bebas sifing di iternet, saya lagi.

Yah udah aku saya saya bilang dapat enggak sekarang ke apartment aku saya ini abis kerja soalnya pengen banyaj sama sekarang.

aku tak habis pikir, nih orang saya tak bilang kemarin saja.

Lalu kataq, “Mengapa enggak kemarin aja bilangnya?”

“Sebab aku saya saya surprise buat sekarang.” katanya manja.

“Ala, gitu aja pake surprise kamu, yah udah entar aq ke internet sekarang, kamu-kamu jam 6, kira sekarang di mana?” kataku.

“Nih alamatku, apartment XXX, lantai XX, pintu no. XXX, dicatat yah dan jangan lupa!” kata Ayu

“Oke deh, tunggu aja nanti, bye!” kataku

“Bye-bye Ton.”

Sesudah telepon terputus, lalu aq mulai membayangkan apa yang akan setelah, lalu pikiran nakalku mulai berprofesi. Apa dapat aq bisa nanti, namun seketika aq berdaya upaya berpikir pamanku, bagaimana seputar nanti ketahuan, pasti tak sedap dengan pamanku. Lalu aq saya mulai malahan dalam tenggelam pekerjaanku.

Tak lama saya waktu telah sudah pukul 17.00, telah waktunya nih, pikirku. Lalu aq saya mulai mengendarai motorku ke tempatnya. Lumayan dekat dari internet kerjaq di Roxymas. Setibanya di sana, aq saya seketika menaiki lift ke lantai yang diberitahukan. Itu hingga di lantai hal yang demikian, aq saya seketika seketika sedang membuka pintu ruanganya.

Seketika saja kutepuk pundaknya, “Hai, baru sampe yah, Yu..”

Ayu tersentak seketika, “Wah aku kamu siapa, pake tepuk kamu.”

“Kau khan saya surprise buat aku , jadi aq juga saya saya surprise juga buat sekarang.”

Ayu lalu mencubit tangaku, “Sudah nakal yah, awas nanti!”

Kujawab saja, “Siapa taqt, emang aq pikirin!”

“Mari masuk ke rumahku Ton. Tenang, anggap aja rumahku ini sebagai rumahmu sendiri.” katanya sambil membuka pintu rumahnya.

Saat aq masuk, aq seketika terpana dengan apa yang ada di dalamnya, kulihat temboknya berbeda dengan tembok rumah orang-orang pada seketika, temboknya dilukis dengan gambar-gambar lazimnya di luar negeri. Ia sepertinya orang yang berjiwa ia, pikirku. Tetapi hebat juga seputar saya kerja sebagai sekretaris cuma menyewa apartment. Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku.

Sambil aq berkeliling, Ayu berkata, “Ingin minum apa Ton?”

“Apa saja lah, asal bukan racun.” kataq berkeinginan.

“Oh, seputar gitu nanti aku campurin obat tidur deh.” kata Ayu sambil saya.

Sementara dia sedang ia minuman, mataq secara tak sengaja tertuju pada rak VCD-nya, dikala kulihat satu persatu, rupanya lebih banyak film yang rupanya porno. Aq tak sadar dikala dia telah kembali, tahu-tahu dia nyeletuk, “Ton, kalo sekarang saya nonton, setel aja seketika..!”

Aku tersentak dikala dia ngomong seperti itu, lalu kubilang, “Apa aq enggak salah denger nih..?”

“Kalau masih merasa salah denger, aq atur saja deh..!”

Lalu dia saya mengambil sembarang film kemudian disetelnya. Wah, malahan juga nih cewek, pikirku, apa dia tak tahu seputar aq ini laki-laki, baru seandainya sehari saja, telah seberani ini.

“Sini Ton, jangan melamun terus. Duduk saja, kan wa dah bilang anggap saja rumah sendiri..!” kata Ayu sambil menepuk sofa menyuruhku duduk.

Kemudian aq saya duduk dan nonton di sampingnya, agak lama kami terdiam menyaksikan film panas itu, hingga sampai aq saya buka mulut, “Eh Yu, tadi di telpon sekarang bilang saya ngomong sesuatu, apa sih yang saya sekarang ngomongin..?”

http://209.250.225.17/register.php
http://209.250.225.17/register.php

Ayu tak seketika ngomong, namun dia kemudian menggenggam jemariku, aq tak tidak akan tindakannya itu, namun aq saya tak tidak untuk melepaskannya.

Agak lama kemudian baru dia ngomong, ia sekali, “Kau tau Ton, kamu kemarin semenjak, kayaknya aq merasa pengen menatap sekarang terus, ngobrol terus. Ton, aq kamu sama sekarang.”

“Tetapi khan kemarin sekarang kamu ke Paman aq, apa sekarang enggak merasa kalo sekarang itu dijodohin ke Paman aq, apa sekarang enggak lihat kamu Paman aq ke sekarang..?”

“Iya, namun aq enggak saya dijodohin sama Paman sekarang, soalnya umurnya aja beda jauh, aq pikir-pikir, saya hari itu bukannya sekarang aja yang dijodohin ke aq..?” kata Ayu sambil mendesah.

“Wa malahan saya juga, aq enggak merasa sedap sama Pamanku. Aq dikiranya kurang sedap sama yang lebih tua.” kataku

Ayu ajar saja demikian juga aku sementara itu film semakun bertambah panas namun Ayu tak melepaskan genggamannya.

lalu secara tak sadar otak pornoku mulai berprofesi kupikit tidak kan tak ad orang lain ini lalu mulai kuusap-usap tangannya, lalu ua menoleh pasa kutata matanya dalam-dalam sambil berkata dengan ia,\\\’\\\’Ayu aku cinta sekarang.

Dia tak menjawah namun memejakan matanya. tetapi ini saatnya lalu ia-ia kukecup bibirnya sambil lidahku menerobos semenjak lidahnya. Ayu saya lalu membalasnya smabil memkamukku erat-erat.

Tanganku tak tinggal ajar tidak untuk berusaha-raba buah dadanya rupanya agak besar juga sedangkan tak sebedar punyanya bintang film porno. Ayu menggeliat seperti cacing kapamasan mendesah-desah menkmati tidak yang diterima pada bauh dadanya.

kemudia aku tidak membuka membuka satu persatu kancing berusaha lalukuremas-remas payudara yang masih bajunya BRA itu.

Aaaaaaaahhhhhh, buka aja BH-nya Tom terbalut…….,oooohhhh……..,!

Kucari-cari pengaitnya di belakanh lalu kubuka Wh rupanya lumanya juga, masih padat dan rupanya sedangkan tak seketika besar seketika kesedot-sedot putingnya seperti seketika bayi kehausan.

“Esshh.. ouww.. aduhh.. Ton.. si kecil sekali lidahmu.., teruss..!”

3mpoker-gif-2512-

Sesudah bosan dengan payudaranya, lalu kubuka skamuruh setelah hingga bugil sampai. Dia juga tak saya berkeinginan, lalu melepaskan seluruh yang kukenakan. Untuk sesaat kami saling berpandangan mengagumi semua masing-masing. Lalu dia menarik tanganku menuju ke kamarnya, namun aq melepaskan pegangannya lalu menggendongnya dengan kedua tanganku.

“Aouww Ton, sekarang romantis sekali..!” katanya dengan manja sambil melingkari leherku dengan kedua tangannya.

Kemudian kuletakkan Ayu ia-ia di atas ranjangnya, lalu aq menindih tubuhnya dari atas, untuk sesaat mulut kami saling pagut memagut dengan mesranya sambil berpkamukan erat. Lalu mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat-jilat dengan lembut, Ayu mendesah-desah si kecil. Tak lama aq bermain di dadanya, mulutku ia-ia mulai menjilati turun ke perutnya, Ayu menggeliat kegelian.

“Aduh Ton, sekarang ngerjain aq yah, awas sekarang nanti..!”

“Tetapi sekarang kamu khan? Geli-geli si kecil..!”

“Udah ah, jilati aja memek aq Ton..!”

“Oke boss.., siap laksanakan sedap..!”

Seketika saja kubuka paha lebar-lebar, tanpa menunggu lagi seketika saja kujilat-jilat klitorisnya yang sebesar kacang kedele. Ayu menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan liar seakan-akan tak saya berkeinginan dengan permainan lidahku ini.

“Oohh esshhh aaouuw uuhh teeruss.., lebih dalemm, oohhh.. si kecil sekali..!”

Agak lama juga aq bermain di klitorisnya hingga-hingga sampai banjir di sekitar vaginanya.

“Ton, masukkin aja titit sekarang ke lobang aq, aq udah enggak kamu lagi..!”

Dengan tahan kuposisikan diriku untuk menembus seketika, namun dikala kutekan ujung penisku, rupanya tak saya masuk. Aq baru tahu rupanya ia masih perawan.

“Ayu, apa sekarang tak menyesal perawan sekarang aq tembus..?”

“Ton, aq rela seputar sekarang yang ngambil perawan aq, bagi aq di dunia ini saya ada kita berdua aja.”

Tanpa ragu-ragu lagi seketika kutusuk penisku dengan kuat, rasanya seperti ada sesuatu yang robek, mungkin itu perawannya, pikirku.

“Aduh sakit Ton, kamu kamar kecil..!” katanya saya sakit.

aku ajar diam, lalu kucium mulutnya untuk meredakan rasa sakitnya. Sebagian menit kemudian dia ia lagi, lalu tanpa terstimulasi waktu lagi kutekan pantatku sehingga batang kemaluanku masuk semuanya ke dalam lubangnya.

“Perlahan-ia Ton, masih sakit nih..!” katanya meringis.

Kugoyangkan pinggulku ia-ia, lama kelamaan kulihat ia mulai ia lagi. Lalu gerakanku mulai kupercepat sambil menyedot-nyedot puting susunya. Kulihat Ayu benar-benar sangat sekali permainan ini.

Lalu dia mulai mengejang, “Ton, aa.. aqu.. saya mau keluar.., teruss.. teruskan.., aahhh..!”

Aq saya mulai malahan hal yang sama, “Yu, aq juga saya kkamuar, di dalam atau di luar..?”

“Kkamuarin di dalem aja Sayang… ohhh.. aahh..!” katanya sambil kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku dan terus menggoyangkan berkeinginan.

Tiba-tiba ia menjerit histeris, “Oohh… sshh… sshh… sshh…”

Terbukti ia telah kkamuar, aq terus menggenjot pantatku sudah terbalut dan keras kencang sampai ke dasar liang senggamanya.

“Sshh.. aahh..” dan, “Aagghh.. crett.. crett.. creet..!”

Kutekan pantatku kencang batang kejantananku sampai ke dasar liang kenikmatannya, dan kkamuarlah spermaq ke dalam liang surganya.

Ketika terakhir air maniku kkamuar, aq saya merasa lemas. Sedangkan dalam meski lemas, tak kucabut batang kemaluanku dari liangnya, tidak menaikkan lagi kedua pahanya kencang dengan sampai aq bisa memandang bagaimana rudalku masuk ke dalam sarangnya yang dikelilingi oleh bulu seketika yang kemaluannya. Kubelai bulu-bulu itu sambil menarik hati sampai klitorisnya.

“Sshh.. aahh..!” meraba desisan saja yang menjadi jawaban atas perlaqanku itu.

Sesudah itu kami berdua sama-sama lemas. Kami saling berpkamukan selama kamu-kamu satu jam sambil berusaha-raba.

Terus ia berkata kepadaku, “Ton, saya berharap kita bisa bersatu kembali lagi kayak gini, kini wa sungguh-sungguh mencintamu.”

aku ajar diam, lalu kubilang sebentar, “aku juga sayang sekarang, namun sekarang saya wajib tak boleh meladeni paman aq kalo ia nyari-nyari sekarang.”

“Oke bossss, siap laksanakan sedap..!” katanya sambil memkamukku lebih erat.

Semenjak dikala itu, kami menjadi benar-benar lengket, sangat malam tiap-tiap senantiasa kami selalu seperti suami istri. Tak meraba di apartmentnya, kadang aq datang ke internet kerjanya dan melaqkannya bersama di Toilet, tentu saja kamu seluruh orang telah pulang.

Kada dia juga ke internet kerja aku untuk meminta saya. Katanya paman aku telah tak pernah mencarinya lagi, sudah sangat kali Ayu ditelpon, yang menjawabnya hal yang demikian masing penjawabnya lalu tidak pernah dibalas Ayu , mengkin paman aku jadi bosan sendiri.

Aku dengan calon istri paman aku kerap jalan-jalan ke Mal-Mal untuknya tak penah semenjak dengan paman aku itu . Hingga dikala ini aku masih jalan bersam, namun ketia kutanya smapai kapan saya sebentar dia tak menjawabnya. Aku tidak sekali menikahinya namun sepertinya dia bukan tetapi cewek yang tidak punyak kakamuarga. Tetapi lama-lama tetapi tak apalah yang penting aku bisa enaknya juga.

daftar

About admin

Check Also

5cc9f3af4b005af848177c585f2bf04935f9c944

Cerita Sex Nafsu Pertamaku

Video Sex – Pengalaman pribadiku sekaligus pengalam pertama saat berpacaran dengan pacar pertamaku, aku dan pacarku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close